D E W A S A sendiri itu apa sih?
Menurut aku sih, masa dimana kita harus menentukan arah serta tujuan kemana kita akan melangkah. Dalam prakteknya sih memang seperti itu. Tapi dewasa juga dituntut untuk berfikir logis, kreatif, inovatif dalam cara pandang mengenai kehidupan.
Menurut aku sih, masa dimana kita harus menentukan arah serta tujuan kemana kita akan melangkah. Dalam prakteknya sih memang seperti itu. Tapi dewasa juga dituntut untuk berfikir logis, kreatif, inovatif dalam cara pandang mengenai kehidupan.
Aku sudah tumbuh sebagai seorang gadis. Seandainya saat ini ayah ku berada disampingku, mungkin dia tidak akan menyangka bahwa putri mungilnya dulu sekarang sudah menjadi seorang gadis.
Hmmmmm, sudahlah Linah. Sekarang bukan waktunya bercengeng-cengengan, kamu harus bisa tetap bertahan dengan kedewasaanmu.
Nah, dari kata situ lah aku selalu berpatok untuk menjalani hidupku saat ini.
Dulu ketika aku masih duduk di kelas dasar, aku mempunyai pikiran bahwa orang gede itu enak ya...kemana-mana tidak ada yang ngemarahin. Bisa melakukan sesuatu semaunya sendiri. Pikiran itu selalu datang setiap aku pulang sekolah, karena setiap pulang sekolah aku ingin bisa bermain ke rumah temanku. Dan itu sering mendapat larangan dari mbak-mbak Kost (anak kos yang tinggal dirumahku). Emang dia pikir dia siapa? Bisa ngelarang-ngelarang aku. Toh aku bukan siapa-siapanya. SEBEL, selalu ada dalam batinku. Tiap melihat Mbak Kost, aku ingin seperti kalian tidak ada orang yang meralang kalian buat bermain, tidak seperti aku pulang sekolah diwajibkan untuk tidur setelah itu mandi dan musti berangkat ngaji. Sepulang ngaji aku harus belajar setelah itu langsung tidur. Terus kapan waktu aku buat bermain?????
Dari situlah aku beranggapan jadi orang gede itu enak ya, seandainya aku sudah gede aku gak bakal bisa kalian atur-atur lagi.
Dari situlah aku beranggapan jadi orang gede itu enak ya, seandainya aku sudah gede aku gak bakal bisa kalian atur-atur lagi.
Waktu terus berjalan, tidak terasa kini usiaku sudah menginjak 21 tahun. Usia matang bagi para remaja. Berbeda sekali dengan yang aku rasakan ketika kecil, yang selalu ingin menjadi orang gede. Kini aku alami sendiri menjadi orang gede tidak seenak yang aku bayangkan dulu. Lebih banyak kewajiban yang harus bisa kita pertanggung jawabkan. Sempet berfikir, “dari pada gini mending jadi anak kecil terus saja ya....” Hee....... biasa manusia.
Kini aku sudah gede dan dituntut supaya menjadi seorang yang dewasa. Terutama tanggung jawab yang besar.
Pertama, dalam bekerja. Aku harus bisa mempertangung jawabkan pekerjaan ku. Jika aku ada kesalahan, aku benar-benar dituntut untuk menyelesaikannya. Tidak hanya itu aku juga harus menyelesaikan pekerjaan itu seefisien mungkin. Aku harus melakukannya semua, karena aku butuh rupiah buat menjalani hidup.
Kini, selain aku bekerja aku juga bersekolah. Hal itu lah yang menjadi alasan bagaimanapun caranya aku harus tetap bekerja. Jujur untuk melakukan kebiasaan tersebut aku sering kebingungan, diantaranya aku harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan waktu kuliah. Terutama dalam menyelesaikan tugas. Mungkin aku masih seperti anak manja, yang selalau mengeluh jika mendapatkan banyak tugas. Dengan menggunakan alasan klasik, tidak punya waktu untuk ngerjain tugas. Hihihihi......
Hmmmm...... sekarang aku rasakan sendiri, menjadi seorang dewasa tidaklah mudah. Justru semakin banyak beban, tapi dari beban-beban tersebut kedewasaan kita akan berkembang. Ketika pohon tumbuh pastinya dedaunan pun ikut bertambah, akar-akar semakin menjalar sehingga menjadikan pohon tersebut semakin kuat.


0 komentar:
Post a Comment